Hi, Moveoners! Tahukah kamu istilah cookie jarring?

Istilah ‘cookie-jarring‘ dalam hubungan percintaan semakin marak diperbincangkan semenjak tahun 2019 dan terus booming hingga saat ini. Hal ini dikarenakan naiknya trend penggunaan aplikasi online dating seperti Tinder, Badoo dan OK Cupid. Ditambah selama tahun 2020, penggunaan online dating semakin meningkat dikarenakan para jomblo seakan-akan dipaksa untuk mencari pacar secara online karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan semua orang harus di rumah aja dan gak boleh kelayapan.

Baca juga: 3 Tips PDKT Lewat Chat. Biar Obrolan Gak Gitu-Gitu Aja

Buat kamu yang belum tahu apa itu cookie jarring, berikut adalah penjelasannya.

Cookie jarring berarti selalu punya cadangan

Cookie Jarring (2)

Pernah gak kamu di dekatin sama seseorang, lalu tiba-tiba dia menghilang beberapa waktu? Kamu pun jadi tidak yakin akan arah hubungan kalian. Namun, setelah berhari-hari tanpa kabar, dia kembali menghubungimu dan suatu saat menghilang kembali tanpa kabar apapun.

Kamu mungkin sempat terbawa perasaan ketika dia menghubungi dan memberikanmu perhatian, walaupun sempat kesal. Hingga suatu saat kamu tahu alasan mengapa dia menghilang. Yaitu dikarenakan dia juga dekat dengan orang lain. Kamu bukan satu-satunya wanita yang dia dekatin. Dia punya beberapa opsi.

Baca juga: PDKT Di Era New Normal. Lakukan Ini Biar Aman

Inilah yang dinamakan cookie jarring. Bayangkan sebuah toples terisi penuh dengan biskuit ataupun cookie. Ketika cookie yang ditangan telah habis kamu makan, kamu masih bisa menikmati cookie lainnya yang ada di dalam toples. Ketika kamu mengetahui kebenaran kalau dia memiliki wanita-wanita lain sebagai backup, disitulah kamu sadar kalau kamu sudah di –cookie-jarred sama si dia.

Cookie Jarring timbul karena adanya rasa insecure

Cookie jarring karena insecure (1)

Akar permasalahan timbulnya Cookie jarring adalah rasa ketidakamanan (insecurity) yang menimbulkan kegelisahan untuk selalu mendapatkan rasa aman dan diinginkan dengan memiliki backup. Ada tiga hal yang menyebabkan rasa insecure muncul dalam diri seseorang. Pertama, takut komitmen. Kedua, takut penolakan. Ketiga, takut akan kesepian.

Komitmen itu menakutkan, penolakan itu sulit dan kesepian itu tragis. Karena itu, terkadang pelaku cookie jarring pun tidak menyadari apa yang sedang mereka lakukan. Bahkan mereka tidak mengenali perasaan mereka sendiri. Tapi bagi sang korban, terperangkap dalam hubungan ini akan membuatnya lelah pikiran dan perasaan lho! Bayangkan saja kalau itu terjadi pada dirimu.

Baca juga: Gebetan Menghilang Saat PDKT? Kenapa YA?

Apa yang harus dilakukan ketika menyadari diri kita telah terperangkap atau being cookie jarred?

Letting go move on (1)

Kalau kamu tidak juga mendapatkan jawaban dan kepastian setelah beberapa waktu diperlakukan seperti itu, datang dan pergi begitu saja, sebaiknya kamu tinggalkan saja dirinya.

Kamu gak tahukan dirimu sebenarnya pilihan ke berapa ? Bisa saja pilihan kedua, ketiga, keempat atau bahkan yang kesekian-sekian.

Tapi, jika kamu masih mencurigai saja dan belum memiliki bukti yang cukup kalau kamu ternyata sedang di cookie jarred, alangkah baiknya jika kamu langsung menanyakan kepadanya tentang kejelasan hubungan kalian berdua. Jika memang tidak ada tanda-tanda dia mau berkomitmen untuk pacaran denganmu, ya kamu harus rela melepaskannya.

Percayalah Moveoners, jodoh tidak akan kemana. Tak lari gunung dikejar! 😀

Baca juga: Menjadi jual mahal sedikit saat PDKT

Summer – Foto: Dok. Unsplash. Dok. Freepik.