Pelajaran Cinta yang Baru Kamu Ketahui Setelah Putus

Saat putus cinta, rasanya duniamu hancur berkeping-keping. Namun jika kamu sudah melewati fase-fase kesedihan, maka kamu akan masuk ke dalam fase penerimaan. Di fase inilah, kamu bisa belajar dari hubungan yang sudah lalu dan pada akhirnya siap untuk melanjutkan hidup. Supaya fase kesedihanmu tidak berlarut-larut, kenali dulu beberapa pelajaran seputar cinta yang akan kamu ketahui setelah putus dengan si dia. Pelajaran Cinta yang Baru

1. Putus cinta mengajarkan kamu tentang kehilangan
Setiap orang, dalam satu titik tertentu, pasti akan mengalami perasaan kehilangan. Kita tentunya tahu bahwa kematian merupakan bagian dari kehidupan. Rasa putus cinta tentunya berbeda dengan kematian, namun setidaknya hal tersebut mengajarkan kamu tentang kehilangan dan bagaimana pada akhirnya kamu belajar menerima kehilangan tersebut. Saat putus, kamu seakan-akan dipersiapkan untuk belajar segala macam kehilangan yang mungkin kamu rasakan selama hidup, baik itu kecil maupun besar. Kamu akan belajar bagaimana cara menghadapi rasa sakit, sedih, dan marah yang mungkin muncul setelah putus.

2. Setelah melupakan hal-hal buruk seputar putus cinta, kamu akan melihat hubungan cinta kamu seutuhnya
Kamu akan selalu mengingat orang yang kamu pacari dan tentu kamu akan ingat rasa cinta kamu terhadap si dia. Tapi perasaan kamu tentu berubah begitu kamu putus. Kadang ada rasa marah yang muncul, ada pula rasa rindu yang sering datang. Seiringnya waktu, kamu akan melihat hubungan cinta kamu secara utuh, mulai dari kenangan baik, buruk, hingga segala macam di antaranya. Kemungkinan besar, kamu akan merasa bersyukur bahwa hubungan kamu berakhir kala itu dan kamu pun akan merasa hubungan kamu yang sekarang adalah yang terbaik.

3. Mengajarkanmu untuk lebih baik lagi
Akui saja, kita tidak sempurna. Baik kamu maupun mantan pacar kamu tentu punya kesalahan dan kekurangan. Meski begitu, putus cinta akan mengajarkan kamu untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, baik itu dalam bersikap, berkata-kata, maupun dalam menjalin hubungan. Jika ada hal yang kamu lakukan pada hubungan masa lalu yang sebenarnya buruk bagi kamu dan si dia, maka kamu bisa menghindari hal tersebut di hubungan yang akan datang.

4. Berani sendiri
Mungkin putus cinta itu terasa sulit, karena kamu sudah terlalu asyik memiliki pacar hingga tidak tahu rasanya sendiri. Sendiri dan kesepian itu adalah dua hal yang berbeda. Mungkin saja putus cinta itu terjadi untuk mengajarkanmu cara menikmati hidup sendiri dan mandiri. Karena sebenarnya, kamu tidak akan pernah belajar cara meraih kebahagiaan dalam hidup, jika kamu tidak bisa bahagia dalam kesendirian. Banyak hal bisa berubah, situasi berganti, dan cinta pun berubah. Bahkan ketika kamu punya teman, orangtua, dan pasangan, ada kalanya kamu harus sendiri. Kamu mungkin tidak menyadarinya saat ini, tapi di kemudian hari mungkin kamu akan belajar bahwa sendiri itu tidaklah menyeramkan. Satu hari nanti, kamu mungkin akan memilih sendiri daripada bersama orang yang tidak sungguh-sungguh menghargai kamu.

5. Semua terjadi karena sebuah alasan
Mungkin kutipan di atas terkesan klise, tapi tak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut perlu kamu ingat saat baru saja mengalami putus cinta. Meski kamu tidak setuju, putus hubungan antara kamu dan kekasih sudah terjadi, dan itu terjadi untuk yang terbaik. Mengapa kamu harus mempertahankan hubungan, sementara si dia saja tidak melihat dirimu pantas untuk dipertahankan? Kadang orang bertahan dalam suatu hubungan, karena takut untuk melepaskan atau karena sudah terlalu lama menjalin hubungan. Namun jangan mau berada dalam suatu hubungan yang hanya merendahkan dirimu atau menahan dirimu untuk berkembang.

Putus cinta sendiri akan membuka dirimu untuk menikmati pengalaman baru dan bahkan cinta baru. Hal itu mungkin akan sulit dilihat sekarang, tapi suatu hari nanti kamu akan melihat bahwa putus cinta yang kamu alami memang terjadi dengan sebuah alasan, yaitu alasan yang terbaik.

Summer – Foto: Dok. Unsplash.