Sesuai judulnya , kali ini Lupain Mantan ingin membahas perihal pernikahan yang notabenenya dipercaya oleh kebanyakan orang sebagai kunci kebahagiaan hidup mereka.

Sebelum memiliki pasangan, kita selalu merasa ada yang kurang dan kosong di hidup ini. Makanya banyak orang dari semasa mudanya sudah sibuk mencari-cari pasangan hidupnya untuk mengisi kekosongan hatinya. Memang gak salah dong punya harapan setelah menikah kita dan pasangan akan bahagia. Hanya, hal yang harus kamu ketahui dengan jelas disini adalah jawabannya tidak. Kalimat menikah adalah kunci kebahagiaan itu tidak benar adanya.

Pernikahan tidak pernah bisa menjamin memberikan kebahagiaan padamu dan pasangan. Tapi kunci kebahagiaan itu terletak pada dirimu sendiri. Apabila kamu bisa merasa utuh, sudah mengenali dirimu sendiri dan mengetahui tujuan hidupmu, baik saat ada pasanganmu ataupun tidak, kamu sudah memiliki kunci kebahagiaan itu sendiri.

Ketika kamu merasa utuh, kamu bisa bahagia dengan dirimu sendiri dengan ada atau tanpa kehadiran pasangan di sisimu. Kamu tetap bisa bahagia dengan pekerjaanmu, bahagia dengan perhatian yang seadanya yang dia berikan, bahagia dengan keluargamu. Namun jika kamu belum pernah merasa utuh baik dengan ada atau tanpa kehadiran pasanganmu, kamu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu sendiri. Kamu akan selalu merasa ada yang kurang. Hal inilah yang menjadikan kamu menjadi sering mencari-cari perhatian dan bahkan bisa mempersoalkan masalah-masalah kecil menjadi masalah besar pada pasanganmu,

Baca juga: Menciptakan Kenyamanan Dalam Hubungan: Ini Tips Ampuhnya

Menikah adalah kunci kebahagiaan
Untuk mempermudah kamu mengerti situasinya, kita bisa belajar dari ilustrasi dua gelas yang berisi air yang tidak penuh. Kamu dan pasangan kamu diibaratkan sebagai dua gelas tersebut. Karena kalian sangat mencintai satu sama lain, kalian mengusahakan diri untuk bisa memenuhi kekurangan si pasangan, begitupun sebaliknya. Hal ini seperti ketika air dari gelas yang satu ditumpahkan ke gelas yang masih belum penuh. Bisa saja gelas yang menerima menjadi penuh, tapi gelas yang memberikan menjadi kosong. Jika kamu sebagai pasangan sering meminta perhatian, bahkan menuntut pasanganmu untuk kasih sayang yang lebih, mungkin dia bisa saja memberikannya dengan sering menelepon kamu, mengantar jemput kamu bahkan mengusahakan kebanyakan waktunya dihabiskan bersama dirimu. Hingga kamu merasa sangat bahagia karena mendapatkan perhatian dan kasih sayang penuh darinya. Namun kamu tidak tahu kalau dia sebenarnya mulai merasakan ada yang kosong di dalam hatinya dan lama kelamaan dia juga meminta kamu memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih lainnya. Nah, ketika hal seperti ini terjadi yang ada kamu dan pasangan kamu akan keseringan memiliki konflik, karena kalian akan saling tarik menarik perhatian dan kasih sayang untuk bisa merasakan keutuhan dalam hidupnya. Air dalam dua gelas tersebut tidak akan pernah bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian berdua.

Menikah adalah kunci kebahagiaan (2)
Nah, untuk itu, kamu dan pasanganmu harus menjadi gelas yang berisi penuh. Ketika ada konflik terjadi, kalian tetap penuh tanpa harus merasa ada yang kosong. Untuk itu, kamu dan pasangan kamu harus benar-benar merasa utuh terlebih dahulu, karena keutuhan kalian secara pribadi adalah kunci dari kebahagiaan tersebut. Jadi jika kamu menemui orang-orang yang memaksa kamu untuk segera menikah dengan dalih menikah adalah kunci kebahagiaan, kamu tidak perlu baper alias bawa perasaan ya. Anggap saja angin berlalu, karena kamu sudah tahu kalau kebahagiaan itu datangnya dari dalam diri kamu sendiri. So, enjoy your time!

Baca juga: 5 Kalimat Ajaib yang Bisa Mempertahankan Cinta Kalian

Summer – Foto: Dok. Pixabay.