Mencintai atau dicintai? Kebanyakan kita pasti memilih untuk dicintai, kan?

Pernahkah kamu berada dalam drama kehidupan dimana kamu mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, namun kamu tahu bahwa ada seseorang yang mencintaimu walau kamu tak mencintainya? Dalam kondisi yang membingungkan, menyiksa, dan membuat galau ini, pastinya banyak orang akan memilih lebih baik berakhir dengan orang yang mencintainya.

Dicintai akan membuat hidup seseorang jauh lebih berwarna.

Dicintai juga dapat membuatmu lebih bahagia karena kamu tahu ada seseorang yang mendapatkan kebahagiaan dari dirimu, tulus perhatian dan juga menyayangimu. Walau cinta belum muncul dihatimu,tapi kamu bisa belajar untuk mencintainya kembali walau itu butuh proses dan waktu.

Baca juga: Ingin Menyerah Menemukan Cinta? Ingat 5 Hal Ini

Ya, kebanyakan kita akan memilih untuk dicintai. Apalagi ketika kita memilih untuk “mencintai” , tak selamanya orang yang kita cintai itu akan membalas cinta kita dengan kadar yang sama. Bahkan ada yang sama sekali cintanya tidak mendapatkan balasan.

Namun, kami tim Lupain Mantan percaya kalau tak selamanya dicintai menjadi pilihan yang terbaik karena dua alasan ini.

1. Dicintai dapat membuatmu merasa berhutang budi
Mungkin kamu pernah merasakannya, Moveoners? Karena kamu sering mendapatkan bantuan, perhatian ataupun bentuk cinta lainnya dari dia, kamu pun merasa seperti berhutang padanya. Akhirnya, kamu menerima cintanya dengan terpaksa. Ada beban bagimu untuk menerima cintanya. Pastinya ini bukanlah hal yang baik, karena seharusnya cinta tidak mengenal kata “terpaksa”. Jika kamu sedang menjalani hubungan yang seperti ini, masih belum terlambat untuk benar-benar menyelidiki hatimu dan jujurlah pada perasaanmu, Moveoners.

Mencintai atau dicintai

Baca juga: 5 Perbedaan Rasa Suka dan Cinta

2. Dicintai dapat membuatmu manja
Ketergantungan dan sifat manja dapat menguasai dirimu karena terbiasa diberikan cinta dari orang lain. Bahkan, jika dalam waktu yang lama kamu hanya bertindak sebagai penerima cinta saja, kamu perlahan-lahan dapat berubah menjadi tidak mengenal diri sendiri. Maksudnya disini adalah kamu tidak dapat mandiri dan menentukan apa yang sebenarnya kamu inginkan, Ya, kamu menjadi terlena menikmati semua cintanya. Namun, bagaimana jika karena suatu kondisi rasa cintanya berkurang padamu? Pastinya kamu tidak bisa lagi bergantung pada dirinya, karena sejatinya yang bertanggung jawab atas hidupmu adalah dirimu sendiri.

Maka dari itu, kami tim Lupain Mantan percaya kalau lebih baik menjadi seseorang yang mencintai.

Karena dengan mencintai, kamulah yang menjadi pelakunya. Kamu yang aktif dengan sendirinya mempelajari cinta yang sebenarnya.

Namanya cinta, ada pengorbanan tanpa rasa pamrih disana. Bayangkan saja, ketika semua orang dalam suatu hubungan menjadi pribadi yang mencintai, bukankah kedua belah pihak diuntungkan? Kalian berdua aktif mencintai satu dengan yang lain yang berarti kalian juga akan merasa dicintai satu sama lain. Namun, jika memang cintamu tidak terbalaskan karena dia yang tidak bisa mencintaimu, harusnya itu bukan menjadi masalah. Karena mungkin dia memang bukan jodohmu. Cukup jadikanlah itu sebagai pengalamanmu di masa lalu dalam mencari cinta di tengah lautan manusia ini. Tapi sekali lagi, pilihlah untuk menjadi orang yang mencintai daripada dicintai untuk hidup yang lebih baik dan berwarna.

Baca juga: Cinta Tak Bisa Dimiliki, Ini Cara Obati Hati yang Terlanjur Baper

Summer – Foto: Dok. Unsplash. Dok. Giphy.