Memang ya Moveoners, kasus yang seperti ini enggak begitu umum kejadiannya, mantan adalah kakak sahabat sendiri. Walau tidak begitu umum, namun bukan berarti enggak ada, bukan?

Manusia memang gak akan pernah tahu kapan, dimana dan dengan siapa mereka akan jatuh cinta. Jika kamu dapat menjalani hari-hari pacaran dengan kakak sahabatmu selama ini, kamu juga bisa kok menjalani hari-harimu kembali walau sudah menjadi mantan.

Memang bukan perkara yang mudah. Di satu sisi kamu telah kehilangan pacar, disisi yang lain kamu juga takut untuk kehilangan sahabatmu. Namun, gak selamanya ketakutanmu itu menjadi nyata loh, Moveoners! Jadi, bagaimana harus menyikapi keadaan ini? Kami dari tim Lupain Mantan ingin berbagi beberapa tips untuk kamu dapat melewati masa-masa membingungkan dan sembrawut ini.

Baca juga: Lupain Mantan Ala Raisa: Berjodoh Dengan Hamish

1. Ceritalah dengan jujur

Jika kamu merasa gugup bertemu dengan sahabat seusai putus dari kakaknya, sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Karena pastinya sahabatmu sudah mendengarkan kabar dari kakaknya. Kamu mungkin takut kalau-kalau sahabatmu hanya akan mendengarkan cerita dari kakaknya seorang.

Tapi, bukankah kamu juga tahu karakter sahabatmu sendiri? Coba renungkan kembali selama kamu masih berpacaran dengan kakaknya, apakah dia tipikal seorang adik yang berada di pihak sang kakak atau benar-benar sahabat yang berada di tengah-tengah diantara kalian berdua?

Tidak ada salahnya bagimu, untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, mengapa kamu putus dengan sang kakak. Sebagai sahabat, dia tentunya akan mengerti memposisikan dirinya di saat-saat seperti ini.

Baca juga:Bantuin Sahabat Lupain Mantan. Semangat, Moveoners!

2. Mintalah waktu untuk menyendiri selama beberapa hari

Ada baiknya bagimu untuk menyendiri terlebih dahulu. Hingga kamu dapat menerima kenyataan dan mengikhlaskan kepergian sang mantan dari kehidupan pribadimu. Komunikasikanlah hal ini pada sahabatmu, agar dia tidak menjadi salah sangka kalau kamu menghindarinya dan dirinya pun jadi terkena imbas dari putusnya hubungan asmaramu dengan kakaknya.

Baca juga: Gejala Depresi Karena Mantan. Kamu Merasakannya?

Mantan adalah kakak sahabat

3.Ceritalah pada ke dua orang tuamu atau konselor yang kamu percaya

Perasaanmu yang berkecamuk pastinya membuatmu susah untuk dapat berfikir dengan jernih. Hey, kamu gak sendirian melewati ini loh, Moveoners! Kamu harus sadar kalau kamu masih memiliki orang tua yang kapan saja bisa di hubungi olehmu. Mereka tidak hanya ingin mendengarkan kabar baik saja darimu, kabar seperti ini juga akan sangat diterima oleh mereka. Orang tuamu akan mampu memberikan jalan keluar terbaik untukmu saat pikiranmu masih sembrawut.

Atau kamu dapat menceritakan hal ini pada seorang konselor yang kamu percaya. Dia akan dapat melihat masalahnya dengan netral dan memberikan saran yang tepat untukmu. Intinya, jika pikiranmu masih sembrawut, jangan sungkan untuk membagikan beban permasalahanmu ini pada orang yang lebih berpengalaman dan kamu percaya. Sehingga kamupun akan merasa bebanmu lebih ringan.

Baca juga: Cerita Cinta: Perjalananku Melupakan Mantan

4. Berani untuk membuang kenangan dan barang-barang sang mantan

Yes! Untuk dapat mengikhlaskan kepergiannya dari hidupmu, kamu pun harus mengikhlaskan semua kenangan dan barang-barang sang mantan hilang darimu. Kamu bisa saja mengirimkan semua barang-barang sang mantan kembali pada orangnya. Namun, kamu bisa juga mendonasikannya, menjualnya ataupun langsung membuangnya ke tempat sampah. Semua tergantung pertimbanganmu. Yang pasti, kamu harus menghilangkan mereka dari lingkungan sekitarmu.

Jangan lupa juga untuk menghapus semua foto-foto di galeri dan sosial mediamu. Juga, hapus nomornya dari buku kontak teleponmu ya! Kamu juga bisa mengarchived ataupun mengunfollow sosial media sang mantan. Lakukanlah hal-hal tersebut dengan hati yang ikhlas. Sehingga, kamu pun dapat menjalani proses move on ini dan bayang-bayang sang mantan pun mulai memudar.

Baca juga: Benar-Benar Lupain Mantan, Resolusi 2020!

5. Tetaplah rajut persahabatanmu

Usahakanlah untuk tetap merajut persahabatanmu. Kamu dapat dengan jujur meminta padanya untuk membahas mengenai topik-topik tertentu yang kamu masih ingin hindari. Sebagai sahabat yang baik, tentunya sahabatmu akan dapat menghargai keputusanmu, namun tetap akan menjalin hubungan denganmu.

Summer – Foto: Dok. Unsplash. Dok. Giphy.