Hi, Aku Dahlia.
Aku baru saja putus dari mantanku 3 bulan yang lalu. Dapat dikatakan aku mengikhlaskan kepergian sang mantan demi sahabat ku. Sahabatku yang ternyata dijodohkan dengan mantanku.

Mantanku bernama Nathan. Kami sudah menjalin hubungan selama 7 bulan. Memang kami menghabiskan waktu dengan menjalin hubungan jarak jauh. Nathan adalah warga negara Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S2nya di London. Sedangkan aku anak rantau yang hidup di Jakarta, bekerja dan meniti karir sejak lulus kuliah S1.

Baca juga: Quotes Cinta Untuk Para Pejuang LDR!

Kami bertemu tanpa sengaja di sebuah group pencinta hewan di Facebook. Kebetulan aku memiliki anjing peliharaan dan dia juga memilikinya di London. Sebagai perantau yang sama-sama jauh dari keluarga, kami sangat menyayangi anjing peliharaan kami dan sering berbagi tips merawat mereka dengan baik.

Hubungan kami berjalan dengan sangat baik. Komunikasi kami terjalin dengan sangat lancar, bahkan dalam seminggu kami dapat melakukan video call 3 kali sehari, seperti halnya minum obat. Banyak hal telah kami bahas selama 7 bulan berlalu.

Namun, tiga bulan yang lalu, aku mendapatkan kabar kalau sehabis di wisuda, Nathan akan segera dinikahkan pada gadis pilihan orang tuanya. Hatiku sangat sedih, kecewa dan meronta-ronta mendengarnya. Karena memang, walau sudah menjalani hubungan selama 7 bulan, Nathan belum pernah mengenalkan aku dengan keluarganya. Dan tidak ada satupun teman-temanku yang mengetahui kalau aku memiliki pacar yang sedang melanjutkan studi di London. Awalnya, aku ingin menjadikannya sebuah kejutan pada mereka, ketika Nathan sudah lulus kuliah dan kembali ke Indonesia. Namun kenyataannya hal itu tidak akan pernah terjadi.

Yang membuatku semakin kecewa dan rasanya ingin ditelan bumi adalah ketika sahabatku semasa kuliah membawa kabar kalau dirinya akan segera bertunangan dengan lelaki pilihan orang tuanya yang ternyata sedang kuliah di London.

Baca juga:Saat Perasaan Ragu Datang , Tanyakan Hal Ini

Sontak aku kaget, tapi menolak segala ketakutanku kalau pria yang dia maksud adalah Nathan. Namun ternyata Dewi Fortuna enggan berada di pihakku. Sahabatku mengirimkan foto lelaki calon tunangannya dan aku pun melihat wajah Nathan yang tersenyum bahagia.

Rasanya Tuhan tidak adil padaku! Mengapa Nathan tidak mau memperjuangkan diriku di depan orang tuanya? Mengapa sahabatku juga dengan gampang menerima perjodohan ini?

Aku ingin marah, berteriak sekencang-kencangnya dan mengatakan hal yang sebenarnya pada sahabatku. Aku juga ingin mendapatkan hak ku untuk dicintai. Namun, aku pun menyadari kalau hanya aku seorang lah yang terluka disini. Nathan tidak pernah benar-benar mencintaiku.

Demi Sahabat (2)

Baca juga:5 Tanda Hubungan Harus Segera Berakhir

Mungkin aku hanyalah pengisi hidupnya di kala dia sedang sibuk menyelesaikan tugas akhirnya. Namun aku tidak pernah benar-benar berada di dalam hatinya. Hingga akhirnya, aku hanya dapat mengucapkan kata-kata selamat pada sahabatku. Ku doakan dia agar bahagia dengan hubungan barunya ini dan aku tidak pernah menceritakan tentang apa yang kualami selama 7 bulan belakangan ini padanya. Ku lakukan ini semua demi sahabat ku.

Aku pun belajar untuk mengikhlaskan Nathan dan semua kenangan tentangnya, dan berharap suatu saat aku akan menemukan orang yang tepat yang memang ditakdirkan untukku.

Summer – Foto: Dok. Unsplash.