Dear Bastian, sang pencuri hatiku.

Dari awal, kamu sungguh seperti seorang pangeran bagiku. Wajahmu  tampan, senyummu menawan dan matamu sangat mempesona. Aku, si pemalu dan introvert ini, gak pernah menyangka akan bisa mendapatkan perhatian sang pangeran. Ya, bagai pungguk merindukan bulan. Itu adalah hal yang mustahil bagiku. Kita tidak pernah berbicara sebelumnya. Kamu dikenal seantero sekolah, dan setiap murid perempuan tergila-gila padamu bahkan rela mengikutimu kemanapun kamu pergi. Tapi semenjak aku melihatmu pertama kali, kamu telah menjadi pencuri hatiku.

Aku bersyukur untuk kejadian waktu itu. Aku tergelincir dan mendapatkan pertolonganmu di lorong sekolah. Kamu memelukku disaat aku kehilangan keseimbangan diri dan bahkan kamu menanyakan keadaanku. Bak mendapatkan durian runtuh, kejadian itu membuatku mendapatkan kesempatan berbicara denganmu. Kejadian itu jugalah yang membuat kita semakin dekat.

Pencuri Hatiku

Baca juga: Alasan Wanita Jatuh Cinta Kepada Pria yang Salah

Mungkin saat itu, Dewi Fortuna berada di pihakku. Karena setelah satu bulan semenjak kita dekat, keluargamu pindah ke komplek rumah yang sama denganku. Saat aku mendengar kabar itu, hatiku berdegup kencang, terlalu gembira mendengarnya! Kita menjadi tetangga, dan bahkan sering pergi dan pulang sekolah bersama. Aku pun semakin dalam mencintaimu. Ya, kamu sangat baik padaku. Perhatian-perhatian kecilmu padaku membuatku melayang. Kamu yang selalu menyebrangi jalan duluan untukku, membawakan tasku dan bahkan dengan bangga memperkenalkan aku pada teman-temanmu, hingga aku pun menjadi terkenal disekolah karena menjadi temanmu. Aku sangat menyukai saat-saat itu, ketika kita sangat dekat, hangat dan bersahabat.

Tapi ternyata Dewi Fortuna tidak bertahan lama berada padaku. Di tahun terakhir SMA, Dela, si anak baru yang bagaikan bidadari, berhasil mencuri perhatianmu hingga kamu lupa denganku. Perlahan-lahan, aku mulai merasa kamu menjauh dariku. Dan akhirnya ku dengar kabar kalau ternyata kamu pacaran dengannya.

Hatiku sakit dan remuk ketika mengetahui kenyataan itu. Bahkan kamu benar-benar berubah menjadi orang yang berbeda dan tidak peduli padaku semenjak kamu dekat dengannya. Aku benar-benar merasa ingin pindah dari komplek dan sekolah kita. Aku sakit melihatmu dengannya. Tahun terakhir SMA menjadi tahun paling berat dalam hidupku. Untungnya aku berhasil mengalihkan perhatianku dengan fokus belajar dan berhasil masuk ujian PTN yang ku impikan.

Tapi, Bastian…. Aku masih menunggumu disini. Sebelum kita benar-benar lulus dan berpisah demi meraih impian kita masing-masing, maukah kamu bertemu denganku sebentar? Setidaknya aku ingin mengatakan bahwa aku bersyukur pernah berteman denganmu dan jatuh cinta padamu. Tapi kalaupun tidak ada kesempatan lagi bagiku, aku akan berusaha menghapusmu dari ingatanku.

Dari temanmu yang mencintaimu sepenuh hati,
Vina

Baca juga: Berani Mencintai Berarti Juga Berani Untuk Kehilanggannya

Summer – Foto: Dok. Unsplash. Dok. Giphy