Moveoners, kalau kamu sedang dalam perasaan kalut atau emosian karena ada rasa iri yang timbul dalam hatimu, tarik nafas dulu yuk! Cobalah untuk berhenti sebentar dari semua aktivitas mu. Lalu, baca artikel ini sampai habis ya.

Kalau kamu lagi merasakan apa yang namanya rasa iri hati pada orang lain, itu hal yang wajar dan manusiawi kok. Namun, bukan berarti kamu perlu memelihara rasa iri ini ya. Rasa iri emang sering datang tanpa sepengetahuanmu. Tiba-tiba saja rasa iri itu muncul saat kamu melihat atau mendengar kabar bahagia atau kesuksesan orang lain. Kamu pun sebenarnya berharap kebahagiaan orang lain tersebut menjadi milikmu.

Baca juga: Kamu Kurang Mencintai Diri Sendiri, Ini Tandanya!

Misalnya nih, kamu mendengar rekan kerjamu di promosiin, bahkan sekarang dia menjadi atasanmu. Atau ketika kamu tahu penghasilan adikmu lebih tinggi dari dirimu. Hal yang wajar ketika kamu ingin mengucapkan selamat pada mereka, eh kamu malah merasakan perasaan yang aneh. Tanpa sadar rasa iri hati muncul. Kamu merasa seandainya kebahagiaan itu juga terjadi padamu.

Salah satu penyebab terbesar rasa iri hati yang muncul tanpa disadari adalah melalui penggunaan Media Sosial.

Iri hati pada teman lewat kehidupan yang mereka tampilkan di media sosial pasti pernah kamu rasakan. Sadar ataupun tanpa kamu sadari. Entah itu teman kamu yang liburan ke luar negeri, punya sepatu baru yang seharga jutaan rupiah atau bahkan mereka sudah berhasil membeli rumah mereka sendiri. Jika Moveoners sudah mengerti kenyataan social media dapat menyebabkan dirimu iri hati, selamat! Kamu tidak sendiri kok yang merasakan ini. Semua orang pastinya tahu kalau media sosial kebanyakan hanya untuk pencitraan kehidupan personal mereka.

Namun, tidak semua orang dapat mengatur perasaannya dengan baik ketika mereka merasakan ada rasa iri hati yang mulai tumbuh.

Nah, untuk itu kami Tim Lupain Mantan ingin berbagi tips untuk kamu dapat mengatur hati dan pikiranmu ketika rasa iri hati itu muncul melalui 6 tips berikut ini.

1. Jangan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain

Ingatlah, kalau setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing. Jadi, kalau misalnya kamu mengetahui temanmu atau bahkan adikmu memiliki penghasilan yang lebih tinggi bukan berarti kamu seorang yang gagal dan tidak mampu. Mungkin itu karena mereka sudah bekerja dengan giat dan layak mendapatkan upahnya.

Ketika mereka berhasil, bukan berarti hal yang sama tidak akan pernah terjadi padamu. Tetaplah giat untuk melakukan pekerjaanmu. Toh usaha gak akan pernah membohongi hasil, bukan? Jadi, jangan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Karena ketika kamu mulai membanding-bandingkannya, kamu akan kehilangan kebahagiaanmu. Kamu akan merasa apa yang sedang kamu kerjakan saat ini seperti sia-sia. Kamu pun jadi malas dan ogah-ogahan untuk melanjutkan pekerjaanmu. Padahal, siapa yang tahu kalau sebenarnya giliranmu sudah di depan mata.

Baca juga: Saat Perasaan Ragu Datang , Tanyakan Hal Ini

2. Kenali kekuatan dan kelemahan dirimu dan cintai dirimu yang apa adanya

Tips ampuh lainnya adalah dengan mengenali kekuatan dan kelemahan dirimu. Ketika kamu mampu menerima kekuatan dan kelemahanmu, kamu akan tahu mana kelebihan dan kekuranganmu. Melakukan refleksi diri seperti ini akan membantumu untuk dapat menerima kenyataan dan menghilangkan semua pemikiran atau fantasi berlebihanmu terhadap dirimu.

Kamu pun dapat melihat dirimu sendiri dengan jujur. Dengan begitu, kamu dapat mencintai dirimu yang apa adanya. Kalau kamu sudah tahu kekuranganmu, kamu akan mendorong dirimu sendiri untuk dapat belajar dan menutupi kekuranganmu itu. Begitu pun sebaliknya, kamu tidak akan mudah iri dengan kelebihan orang lain, karena kamu orang tersebut tidak memiliki kelebihan yang kamu miliki.

3. Cari tahu apa yang terkadang membuatmu merasa insecure

Cara ini membutuhkan kejujuran dari dirimu sendiri, Moveoners. Terkadang, kamu pasti mengelak ketika kamu mulai merasa insecure. Gak salah kok mengakuinya. Misal kamu bisa berkata seperti ini pada dirimu sendiri. “Enak banget ya hidupnya yang tiap tahun pasti bisa jalan-jalan ke luar negeri. Soon, aku pasti bisa merasakannya kok. Rajin kerja dan rajin nabung dulu deh.” Tetaplah akhiri rasa insecure mu dengan harapan yang bisa memotivasimu.

Baca juga: 9 Ciri-Ciri Sifat Dewasa Dalam Pacaran

4. Tulis kata-kata positif di jurnalmu atau tempel di dinding kamarmu

Kita gak bisa mengatur kata-kata apa yang akan dikeluarkan orang lain padamu. Terkadang kata-kata buruk pun dilontarkan dan mengganggu pikiranmu. Tapi, kamu bisa mengatasi hal ini dengan terus-terusan meyakinkan dirimu kalau kamu bukan lah orang yang seperti mereka katakan.

Untuk itu, tulislah di jurnal atau bahkan tempelkan kata-kata positif dan menunjukkan dirimu yang sebenarnya. Dengan seperti ini, kamu tidak akan mudah termakan kata-kata orang yang disekitarmu dan gak akan mudah iri pada orang lain. Karena kamu paham siapa dirimu dan apa yang sedang kamu kerjakan saat ini.

5. Fokus pada tujuanmu

Mungkin saat ini kamu hanya memiliki tujuan yang sementara. Gak papa kok. Fokus saja sampai tujuan itu tercapai. Nanti ketika sudah tercapai kamu bisa tetapkan tujuan baru untuk hidupmu. Karena jika kamu tidak fokus pada tujuanmu saat ini, kamu akan dengan sangat mudah terganggu oleh keberhasilan orang-orang disekitarmu. Atau bahkan kamu menjadi tidak mau berusaha lagi karena merasa apa yang kamu kerjakan sepertinya sia-sia.

Baca juga: Merasa Hidup Gitu-Gitu Aja? Bingung Harus Ngapain?

6. Terapin Sabbatical leave on social media

Kalau kamu sudah merasa hati dan pikiranmu mulai terganggu karena postingan teman-teman di social media, mungkin kamu perlu menerapkan sabbatical leave on social media. Sabbatical leave on social media bukan berarti kamu benar-benar tidak dapat menggunakan komputer atau handphone kamu loh. Maksudnya disini adalah kamu hanya tidak membuka social media untuk beberapa waktu. Kamu dapat melakukannya dengan menguninstall aplikasinya hingga kamu benar-benar dapat mengontrol hati dan pikiranmu kembali.

Oh ya, penting banget untuk Moveoners catat prinsip ini. Bukan kamu yang butuh social media. Tapi, social media lah yang butuh kamu. Jadi, feel free kapan saja untuk ngebantu social media. Ingat ya, hanya ngebantu. Karena kamu tidak seutuhnya hidup di social mediamu.

Baca juga: 5 Alasan Gak Boleh Menyerah dengan Keadaan

Summer -Foto: Dok. Unsplash.