Sebenarnya, Moveoners dan mantan sudah putus beberapa bulan yang lalu. Namun, mengapa si mantan masih saja mengontak kita secara terus-menerus. Bahkan, mulai meneror dengan pertanyaan seputar orang yang sedang dekat dengan kita. Lama-kelamaan jadi posesif, ya. Lupaimantan kasih 5 cara ini supaya Moveoners bisa berhadapan dengan mantan yang posesif.

 

1. Ada baiknya tidak berhubungan lagi

Kita sudah tahu mantan yang posesif bisa mengganggu siang dan malam. Supaya hal tersebut tidak berlangsung lama dan menjadi rutinitas, Moveoners harus bertindak tegas. Sudah saatnya, kita memutuskan seluruh hubungan yang ada. Mulai dari tidak membalas teleponnya hingga unfollow akun socmed mantan.

 

Selama ini, memang kita ingin menjaha hubungan baik. Namun kalau itu merugikan, lebih baik tidak perlu dipertahankan lagi. Setidaknya, doi tidak berusaha menghubungi lagi setelah kita cuekin. 

5 Cara Berhadapan dengan Mantan yang Posesif, Harus Gimana, Dong-Lupainmantan-B

2. Hati-hati dengan sahabatnya

Biasanya, sahabat para mantan akan menjadi mata-matanya. Jangan heran tiba-tiba mantan yang posesif muncul di tempat kita dan gebetan sedang kencan. Bahkan, mengetahui aktivitas Moveoners sehari-hari. Unutk itu, kita harus berjaga-jaga kalau sahabat mantan mulai bertanya banyak hal.

 

Ada baiknya, sih, kita mengatur socmed agar lebih private. Ini untuk meminimalisir informasi tentang kita bocor ke mantan yang posesif. Bisa-bisa hidup kita makin nggak tenang, deh. 

 

3. Nggak perlu memberikan mantan harapan semu

Kalau mantan yang posesif mulai menyebalkan, kayaknya kita nggak perlu bersikap baik, deh. Misalnya, sengaja menjenguknya ketika sakit atau memberinya semangat saat sedang lelah. Hal ini hanya akan mengembangkan sikap posesif mantan.

 

Bahkan, mantan bisa mengira kita masih mengharapkan untuk kembali. Padahal, ingat wajahnya saja tidak. Ada baiknya, kita berkomunikasi dengan mantan seperlunya saja, deh. Ini Supaya doi nggak salah paham dengan sikap kita yang terlalu baik.

5 Cara Berhadapan dengan Mantan yang Posesif, Harus Gimana, Dong-Lupainmantan-B

4. Jauhkan gebetan dari mantan

Gebetan kita akan menjadi sasaran empuk mantan yang posesif untuk mengamuk atau marah. Jangan sampai gebetan disalahkan atas kesalahan yang dia sendiri tidak tahu. Sebaiknya, sih, kita jangan memperkenalkan gebetan kepada mantan ataupun teman-temannya agar dia tetap aman.

 

Untuk itu, Moveoners jangan mempublikasikan foto berdua dengan gebetan  di socmed. Hal tersebut hanya akan membuat mantan yang posesif naik pitam. Biarkan gebetan hidup tenang sampai saatnya jadian tiba.

 

5. Berani konfrontasi langsung ke mantan

Lama-kelamaan sikap mantan semakin tidak bisa ditolerir. Bahkan, kita sudah merasa terteror terhadap perbuatannya. Nggak hanya itu, teman-teman, gebetan, serta keluarga kita pun mulai berani diganggunya. Kalau sudah seperti ini, sih, kita harus berbicara langsung terhadap mantan yang posesif.

 

Katakan perasaan dan keinginan kita yang sesungguhnya. Bilang kalau kita terganggu dengan sikap dan tingkah lakunya. Tekankan kalau hubungan kita dan mantan sudah berakhir. Doi akan marah dan menangis, sih. Namun, itu lebih baik ketimbang doi terus-terusan mengganggu kehidupan kita.

 

Bila mantan yang posesif masih saja terus mengganggu, tampaknya Moveoners perlu bantuan orang lain, deh. Misalnya, keluarga atau aparat hukum. Ini supaya doi menghentikan aktivitas mengganggu kita dan orang-orang yang disayangi.

 

Kireina Nabi – Foto: Pixabay